Google
Prof. Google M. Rifqi Fauzi

MOTIVASI

|

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Guru adalah seorang panutan yang sangat dikagumi oleh murid-murid atau anak didiknya. Selain itu juga guru adalah sosok penyemangat yang memberikan gambaran, tujuan akan masa depan yang akan dicapai oleh para anak didik di masa yang akan datang. Sehingga guru dituntut mampu untuk memberikan hal yang positif untuk membangkitkan semangat belajar anak didiknya.
Pada masa sekarang, banyak sekali hal-hal yang dapat mempengaruhi semangat belajar siswa-siswi, sehingga apa yang mereka inginkan dapat kandas di tengah jalan. Untuk itu ada beberapa hal yang harus dilakukan oleh seorang guru agar tetap eksis dan dapat memberikan yang terbaik untuk siswa serta dapat menjadi motivator bagi para siswa untuk belajar lebih giat lagi.
Dalam konteks studi psikologi, Abin Syamsuddin Makmun (2003) mengemukakan bahwa untuk memahami motivasi individu dapat dilihat dari beberapa indikator, diantaranya:
1. Durasi kegiatan;
2. Frekuensi kegiatan;
3. Persistensi pada kegiatan;
4. Ketabahan, keuletan dan kemampuan dalam mengahadapi rintangan dan kesulitan;
5. Devosi dan pengorbanan untuk mencapai tujuan;
6. Tingkat aspirasi yang hendak dicapai dengan kegiatan yang dilakukan;
7. Tingkat kualifikasi prestasi atau produk (out put) yang dicapai dari kegiatan yang dilakukan;
8. Arah sikap terhadap sasaran kegiatan.
Penting guru untuk memahami psikologis anak didik sangat mempengaruhi motivasi yang akan disampaikan oleh seorang guru terhadap murid, karena pemberian motivasi pada anak didik yang satu dengan yang lain sangatlah berbeda tergantung dari kepribadian murid itu sendiri.

B. Rumusan Masalah
Dari latar belakang masalah di atas dapat di ambil suatu rumusan masalah sebagai berikut :
1. Apakah dengan memberikan motivasi kepada anak didik akan mampu meningkatkan semangat belajar ?
2. Bagaimana cara memberikan motivasi yang baik kepada anak didik ?

C. Manfaat dan Tujuan
a. Manfaat
Manfaat dari penulisan makalah ini diharapkan dapat memberikan :
1. Teoritis, memperoleh gambaran pemberian motivasi yang baik pada peserta didik.
2. Praktis, para pendidik dapat meningkatkan kemampuan dalam memberikan yang terbaik untuk anak didik

b. Tujuan
Dari hasil pembahasan makalah ini diharapkan dapat membantu dan berguna sebagai bahan pertimbangan bagi guru untuk menentukan kebijaksanaan dalam memberikan motivasi kepada para anak didik, khususnya berkenaan dengan upaya untuk meningkatkan semangat belajar para peserta didik di masa yang akan datang

BAB II
PEMBAHASAN


A. Pengertian Motivasi
Kata “Motiv”, diartikan sebagai daya upaya yang mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu. Motif dapat dikatakan sebagai daya penggerak dari dalam dan di dalam subjek untuk melakukan aktivitas-aktifitas tertentu demi mencapai suatu tujuan. Berawal dari kata “motif” itu, maka motivasi dapat diartikan sebagai daya penggerak yang telah menjadi aktif pada saat-saat tertentu, terutama bila kebutuhan untuk mencapai tujuan sangat dirasakan/mendesak.
Menurut Mc. Donald, motivasi adalah suatu perubahan energi di dalam pribadi seseorang yang ditandai dengan timbulnya “feeling” (perasaan) dan reaksi untuk mencapai tujuan.
Dalam proses belajar matematika, motivasi sangat diperlukan, sebab seseorang yang tidak memiliki motivasi dalam belajar, tak akan mungkin melakukan aktivitas belajar, apalagi dia tidak tertarik pada pelajaran matematika tersebut. Dan minat itu muncul jika sesuatu itu bersentuhan dengan kebutuhannya. Maslow (1943.1970) sangat percaya bahwa tingkah laku manusia dibangkitkan dan diarahkan oleh kebutuhan-kebutuhan tertentu, seperti kebutuhan fisiologis, rasa aman, rasa cinta, penghargaan aktualisasi diri, mengetahui dan mengerti, dan kebutuhan estetik. Teori motivasi yang dikembangkan oleh Abraham H. Maslow pada intinya berkisar pada pendapat bahwa manusia mempunyai lima tingkat atau hirarki kebutuhan, yaitu :
a. Kebutuhan fisiologikal (physiological needs), seperti : rasa lapar, haus, istirahat dan sex;
b. Kebutuhan rasa aman (safety needs), tidak dalam arti fisik semata, akan tetapi juga mental, psikologikal dan intelektual;
c. Kebutuhan akan kasih sayang (love needs);
d. Kebutuhan akan harga diri (esteem needs), yang pada umumnya tercermin dalam berbagai simbol-simbol status; dan
e. Aktualisasi diri (self actualization), dalam arti tersedianya kesempatan bagi seseorang untuk mengembangkan potensi yang terdapat dalam dirinya sehingga berubah menjadi kemampuan nyata.
B. Macam-Macam Motivasi

1. Motivasi dilihat dari dasar pembentukannya.
a. Motif-motif bawaan
Yang dimaksud dengan motif bawaan adalah motif yang dibawa sejak lahir, jadi motif itu ada tanpa dipelajari. Sebagai contoh misalnya: dorongan untuk makan, minum, bekerja, istirahat, dorongan seksual. Motif-motif ini sering kali disebut motif-motif yang disyaratlkan secara biologis. Relevan dengan ini maka Arden N. Fransen memberi istilah jenis motif Physiological drives.

b. Motif-motif yang dipelajari
Maksudnya motif-motif yang timbul karena dipelajari. Sebagai contoh: dorongan untuk belajar suatu ilmu pengetahuan, dorongan untuk mengajar sesuatu di dalam masyarakat. Motif ini sering kali disebut motif yang diisyaratkan secara sosial, karena manusia hidup dalam lingkungan sosial. Frandsen mengistilahkan dengan Affiliative needs.

c. Cognitive motives
Motif ini menunjuk pada gejala intrinsik, yakni menyangkut kepuasan individual. Kepuasan individual yang berada di dalam diri manusia biasanya berwujud proses dan produk mental.

d. Self- Expression
Penampilan diri adalah sebagian dari perilaku manusia. Yang penting kebutuhan individu itu tidak sekedar tahu mengapa dan bagaimana sesuatu itu terjadi, tetapi juga mampu membuat suatu kejadian. Untuk itu diperlukan kreativitas, penuh imajinasi. Jadi dalam hal ini seseorang memiliki keinginan untuk aktualisasi diri.

e. Self- Enhancement
Melalui aktualisasi diri dan pengemgangan kompetensi akan meningkatkan kemajuan diri seseorang. Ketinggian dan kemajuan diri menjadi salah satu keinginan bagi setiap individu. Dalm belajar dapat diciptakan suasana kompetensi yang sehat bagi anak didik untuk mencapai suatu prestasi.

2. Motivasi Jasmaniah dan Rohaniah
Ada beberapa ahli yang menggolongkan jenis motivasi itu menjadi dua jenis yaitu motivasi jasmaniah dan motivasi jasmaniah. Yang termasuk mativasi jasmani misalnya: reflek, insting otomatis, nafsu. Sedangkan yang termasuk motivasu rohaniah adalah kemauan.

3. Motivasi intrinsik dan ekstrinsik
a. Motivasi intrinsik
Motivasi intrinsik adalah motif-motif yang menjadi aktif atau berfungsinya tidak perlu dirangsang dari luar, karena dalam setiap diri individu sudah ada dorongan untuk melakukan sesuatu.
Motif itu intrinsik bila tujuannya inheren dengan situasi belajar dan bertemu dengan kebutuhan dan tujuan anak didik untuk menguasai nilai-nilai yang terkandung di dalam pelajaran itu.
Seseorang yang memiliki motivasi intrinsik selalu ingin maju dalam belajar. Keinginan itu dilatarbelakangi oleh pemikiran yang positif, bahwa semua mata pelajaran yang dipelajari sekarang akan dibutuhkan dan sangat berguna kini dan di masa mendatang. Motivasi itu muncul karena ia membutuhkan sesuatu dari apa yang dipelajarinya. Motivasi memang berhubungan dengan kebutuhan seseorang yang memunculkan kesadaran untuk melakukan aktivitas belajar. Oleh karena itu, minat adalah kesadaran seseorang bahwa suatu obje, seseorang, suatu soal atau situasi ada sangkut paut dengan dirinya.
Dorongan untuk belajar bersumber pada kebutuhan yang berisikan keharusan untuk menjadi orang yang terdidik dan berpengetahuan. Jadi, motivasi intrinsik muncul berdasarkan kesadaran dengan tujuan esensial, bukan sekedar atribut dan seremonial.

b. Motivasi Ekstrinsik
Motivasi Ekstrinsik adalah motif-motif yang aktif dan berfungsi karena adanya perangsang dari luar. Motivasi dikatakan ekstrinsik bila anak didik menempatkan tujuan belajarnya di luar faktor-faktor situasi belajar. Anak didik belajar karena hendak mencapai tujuan yang terletak di luar hal yang dipelajarinya. Misalnya untuk mencapai angka tinggi, diploma, gelar, kehormatan, dan sebagainya.
Motivasi ekstrinsik bukan berarti motivasi yang tidak diperlukan dan tidak baik dalam pendidikan. Motivasi ekstrinsik diperlukan agar anak didik mau belajar. Berbagai macam cara bisa dilakukan agar anak didik termotivasi untuk belajar. Guru yang berhasil mengajar adalah guru yang pandai membangkitkan minat anak didik dalam belajar dengan memanfaatkan motivasi ekstrinsik dalm berbagai bentuknya. Menurut Hamachek Guru yang baik adalah harus memberikan motivasi kepada anak untuk membangkitkan dan menumbuhkan cita-cita mereka agar belajar dengan sungguh-sungguh.

C. Prinsip-Prinsip Motivasi Belajar
Ada beberapa prinsip motivasi dalam belajar, seperti dalam uraian berikut ini:

1. Motivasi sebagai Dasar Penggerak yang Mendorong Aktivitas Belajar
Seseorang melakukan aktivitas belajar karena ada yang mendorongnya. Minat merupakan alat motivasi dalam belajar. Minat merupakan potensi psikologis yang dapat dimanfaatkan untuk menggali motivasi. Bila seseorang sudah termotivasi untuk belajar, maka dia akan melakukan aktivitas belajar dalm rentang waktu tertentu. Oleh karena itulah, motivasi diakui sebagai dasar penggerak yang mendorong aktivitas belajar seseorang.

2. Motivasi Intrinsik Lebih Utama daripada Motivasi Ekstrinsik dalam Belajar
Efek yang tidak diharapkan dalam motivasi ekstrinsik adalah kecenderungan ketergantungan anak didik terhadap segala sesuatu di luar dirinya. Selain kurang percaya diri, anak didik juga bermental pengharapan dan mudah terpengaruh. Oleh karena itu, motivasi intrinsik lebih utama dalam belajar. Anak didik yang belajar berdasarkan motivasi intrinsik sangat sedikit terpengaruh dari luar. Semangat belajarnya sangat kuat. Dia belajar bukan karena ingin mendapatkan nilai yang tinggi, mengharapkan pujian orang lain atau mengharapkan hadiah berupa benda, tetapi karena ingin memperoleh ilmu sebanyak-banyaknya.

3. Motivasi Berupa Pujian Lebih Baik daripada Hukuman
Meski hukuman tetap diberlakukan dalam memicu semangat belajar anak didik, tetapi masi lebih baik penghargaan berupa pujian. Setiap orang senang dihargai dan tidak suka di hukum dalm bentuk apapun juga. Memuji orang lain berarti memberikan penghargaan atas prestasi kerja orang lain. Hal ini akan memberikan semangat kepada seseorang untuk lebih meningkatkan prestasi kerjanya. Tetapi pujian yang diucapkan itu tidak asal ucap, harus pada tempat dan kondisi yang tepat. Kesalahan pujian bisa bermakna mengejek.

4. Motivasi Berhubungan Erat dengan Kebutuhan dalam Belajar
Kebutuhan yang tak bisa dihindari oleh anak didik adalah keinginannya untuk mengetahui sejumlah ilmu pengetahuan. Oleh karena itulah anak didik belajar. Karena bila tidak belajar anak didik tidak akan mendapat ilmu pengetahuan. Bagaimana untuk mengembangkan diri dengan memanfaatkan potensi-potensi yang dimiliki bila potensi-potensi itu tidak ditumbuhkembangkan melalui penguasaan ilmu pengetahuan. Jadi, belajar adalah santapan utama anak didik.
Guru yang berpengalaman cukup bijak memanfaatkan kebutuhan anak didik, sehingga dapat memancing semangat belajar anak didik agar menjadi anak yang gemar belajar. Anak didik pun giat belajar untuk memenuhi kebutuhannya demi memuaskan rasa ingin tahunya terhadap sesuatu.

5. Motivasi dapat Memupuk Optimisme dalam Belajar
Anak didik yang memiliki motivasi dalam belajar selalu yakin dapat menyelesaikan setiap pekerjaan yang dilakukan. Dia yakin bahwa belajar bukanlah kegiatan yang sia-sia. Hasilnya pasti akan berguna tidak hanya kini, tetapi juga dihari-hari mendatang. Setiap ulangan yang diberikan guru bukan dihadapi dengan pesimisme, hati yang resah gelisah. Tetapi dia hadapi dengan tenang dan percaya diri.

6. Motivasi Melahirkan Prestasi dalam Belajar
Dari berbagai hasil penelitian selalu menyimpulkan bahwa motivasi mempengaruhi prestasi belajar. Tinggi rendahnya motivasi selalu dijadikan indikator baik buruknya prestasi belajar seorang anak didik. Anak didik menyenangi pelajaran tertentu dengan senang hati mempelajari mata pelajaran itu. Wajarlah bila isi pelajaran itu dikuasai dalam waktu yang relatif singkat.ulanganpun dilewati dengan mulus, dengan prestasi yang gemilang.

D. Fungsi Motivasi dalam Belajar
Fungsi motivasi dalam belajar akan diuraikan dalam pembahasan sebagai berikut:
1. Motivasi sebagai Pendorong Perbuatan
Pada mulanya anak didik tidak ada hasrat untuk belajar, tetapi karena ada sesuatu yang dicari muncullah minatnya untuk belajar. Sesuatu yang akan dicari itu dalam rangka untuk memuaskan rasa ingin tahunya dari sesuatu yang akan dipelajari. Sesuatu yang belum diketahui itu akhirnya mendorong anak didik untuk belajar dalam rangka mencari tahu. Anak didikpun mengambil sikap seiring dengan minat terhadap suatu objek. Di sini anak didik mempunyai keyakinan dan pendirian tentangapa yang seharusnya dilakukan untuk mencari tahu tentang sesuatu. Sikap itulah yang mendasari dan mendorong ke arah sejumlah perbuatan dalam belajar. Jadi, motivasi yang berfungsi sebagai pendorong ini mempengaruhi sikap apa yang seharusnya anak didik ambil dalam rangka belajar.

2. Motivasi sebagai Penggerak dalam Perbuatan
Dorongan psikologis yang melahirkan sikap terhadap anak didik itu merupakan suatu kekuatan yang tak terbendung, yang kemudian terjelma dalam bentuk gerakan psikofisik. Di sini anak didik sudah melakukan aktivitas belejar dengan segenap jiwa dan raga. Akal pikiran berproses dengan sikap raga yang cenderung tunduk dengan kehendak perbuatan belajar. Sikap berada dalam kepastian perbuatan dan akal pikiran mencoba membedah nilai yang terpatri dalam wacana, prinsip, dalil, dan hukum, sehingga mengerti betul isi yang dikandungnya. Jadi motivasi dalam hal ini merupakan motor penggerak dari setiap kegiatan yang akan dikerjakan.

3. Motivasi sebagai Pengarah Perbuatan
Sesuatu yang akan dicari anak didik merupakan tujuan belajar yang akan dicapainya. Tujuan belajar itulah sebagai pengarah yang memberikan mitivasi kepada anak didik dalam belajar. Dengan penuh konsentrasi anak didik belajar agar tujuannya mencari sesuatu yang ingin diketahui itu cepat tercapai. Itulah peranan motivasi yang dapat mengarahkan perbuatan anak didik dalam belajar.


E. Bentuk-Bentuk Motivasi dalam Belajar
Ada beberapa bentuk motivasi yang dapat dimanfaatkan dalam rangka mengarahkan belajar anak didik di kelas, antara lain sebagai berikut:
1. Memberi Angka
Angka yang dimaksud adalah sebagai smbol atau nilai dari aktivitas belajar anak didik. Angka yang diberikan kepada setiap anak didik biasanya bervariasi, sesuai dengan hasil ulangan yang telah mereka peroleh dari hasil penilaian guru. Namun, guru harus menyadari bahwa angka/ nilai bukanlah merupakan hasil belajar yang sejati, hasil belajar yang bermakna, karena hasil belajar seperti itu lebih menyentuh aspek kognitif. Pemberian nilai yang baik juga penting diberikan kepada anak didik yang kurang bergairah belajar bila hal itu dianggap dapat memotivasi anak didik untuk belajar dengan bersemangat.

2. Hadiah
Dalam dunia pendidikan, hadiah bisa dijadikan sebagai alat motivasi. Hadiah dapat diberikan kepada anak didik yang berprestasi tinggi, rangking satu, dua atau tiga dari anak didik lainnya. Hadiah diberikan gunanya adalah untuk memotivasi anak didik agar senantiasa mempertahankan prestasi belajar selama berstudi.

3. Kompetisi
Kompetisi adalah persaingan, dapat digunakan sebagai alat motivasi untuk medorong anak didik agar anak bergairah belajar. Persaingan baik dalam bentuk individu maupun kelompok diperlukan dalam pendidikan. Kondisi ini bisa dimanfaatkan untuk menjadikan proses interaksi belajar mengajar yang kondusif. Untuk menciptakan suasana yang demikian, metode mengajar memegang peranan.

4. Ego-Involvement
Menumbuhkan kesadaran kepada anak didik agar merasakan pentingnya tugas dan menerimanya sebagai suatu tantangan sehingga bekerja keras dengan mempertaruhkan harga diri, adalah sebagai salah satu bentuk inovasi yang cukup penting.



5. Memberi Ulangan
Ulangan bisa dijadikan sebagai alat motivasi. Anak didik biasanya mempersiapkan diri dengan belajar jauh-jauh hari untuk menhadapi ulangan. Berbagai usaha dan teknik bagaimana agar dapat menguasai semua bajan pelajaran anak didik lakukan sedini mungkin sehingga memudahkan mereka untuk menjawab setiap item soal yang diajukan ketika pelaksanaan ulangan berlangsung, sesuai dengan interval waktu yang diberikan.
Oleh karena itu, ulangan akan menjadi alat motivasi bila dilakukan secara akurat dengan teknik dan strategi yang sistematis

6. Mengetahui Hasil
Dengan mengetahui hasil pekerjaan, apalagi kalau terjadi kemajuan akan mendorong siswa untuk lebih giat belajar. Semakin mengetahui bahwa grafik hasil belajar meningkat maka ada motivasi pada diri siswa untuk terus belajar, dengan suatu harapan hasilnya terus meningkat.

7. Pujian
Apabila ada siswa yang sukses yang berhasil menyelesaikan tugas dengan baik, perlu diberikan pujian. Pujian ini adalah betuk reinforcement yang positif dan sekaligus merupakan motivasi yang baik. Oleh karena itu, supaya pujian ini merupakan motivasi, pemberiannya harus tepat. Dengan pujian yang tepat akan memupuk suasana yang menyenangkan dan mempertinggi gairah belajar serta sekaligus akan membangkitkan harga diri.

8. Hukuman
Meski hukuman sebagai reinforcement yang negatif, tetapi bila dilakukan dengan tepat dan bijak akan merupakan alat motivasi yang baik dan efektif. Hukuman merupakan alat motivasi bila dilakukan dengan pendekatan edukatif, bukan karena dendam. Pendekatan edukatif di maksud di sini sebagai hukuman yang mendidik dan bertujuan memperbaiki sikap dan perbuatan anak didik yang dianggap salah. Sehingga dengan hukuman yang diberikan itu anak didik tidak mengulangi kesalahan atau pelanggaran. Minimal mengurangi frekuensi pelanggaran. Akan lebih baik bila anak didik berhenti melakukannya di hari mendatang.

9. Hasrat untuk Belajar
Hasrat untuk belajar berarti ada unsur kesengajaan, ada maksud untuk belajar. Hal ini akan lebih baik bila dibandingkan dengan segala kegiatan tanpa maksud. Hasrat untuk belajar berarti pada diri anak didik itu memang ada motivasi untuk belajar, sehingga sudah tentu hasilnya akan lebih baik daripada anak didik yang tak berhasrat untuk belajar.
Hasrat untuk belajar merupakan potensi yang tersedia di dalam diri anak didik. Potensi itu harus ditumbuhsuburkan dengan menyediakan lingkungan belajar yang kreatif sebagai pendukung utamanya. Motivasi ekstrinsik sangat diperlukan di sini, agar hasrat untuk belajar itu menjelma menjadi perilaku belajar.

10. Minat
Di depan sudah diuraikan bahwa soal motivasi sangat erat hubungannya dengan unsur minat. Motivasi muncul karena ada kubutuhan, begitu juga minat sehingga tepatlah kalau minat merupakan alat motivasi yang pokok. Proses belajar itu akan berjalan lancar kalau disertai dengan minat. Sedangkan untuk membangkitkan motivasi belajar siswa, menurut E. Mulyasa (2003) perlu diperhatikan hal-hal sebagai berikut :
1. Bahwa siswa akan belajar lebih giat apabila topik yang dipelajarinya menarik dan berguna bagi dirinya;
2. Tujuan pembelajaran harus disusun dengan jelas dan diinformasikan kepada siswa sehingga mereka mengetahui tujuan belajar yang hendak dicapai. Siswa juga dilibatkan dalam penyusunan tersebut;
3. Siswa harus selalu diberitahu tentang hasil belajarnya;
4. Pemberian pujian dan hadiah lebih baik daripada hukuman, namun sewaktu-waktu hukuman juga diperlukan;
5. Manfaatkan sikap-sikap, cita-cita dan rasa ingin tahu siswa;
6. Usahakan untuk memperhatikan perbedaan individual siswa, seperti : perbedaan kemampuan, latar belakang dan sikap terhadap sekolah atau subyek tertentu;
7. Usahakan untuk memenuhi kebutuhan siswa dengan jalan memperhatikan kondisi fisiknya, rasa aman, menunjukkan bahwa guru peduli terhadap mereka, mengatur pengalaman belajar sedemikian rupa sehingga siswa memperoleh kepuasan dan penghargaan, serta mengarahkan pengalaman belajar kearah keberhasilan, sehingga mencapai prestasi dan mempunyai kepercayaan diri.

11. Tujuan yang Diakui
Rumusan tujuan yang diakui dan diterima baik oleh anak didik merupakan alat motivasi yang sangat penting. Sebab dengan memahami tujuan yang harus dicapai, dirasakan anak sangat berguana dan menguntungkan, sehingga menimbulkan gairah untuk terus belajar.
Tujuan pengajaran yang akan dicapai sebaiknya guru beritahukan kepada anak didik, sehingga anak didik dapat memberikan alternatif tentang pilihan tingkah laku yang mana yang harus diambil guna menunjang tercapainya rumusan tujuan pengajaran. Anak didik berusaha mendengarkan penjelasan guru atau tugas yang akan diselesaikan oleh anak didik untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Perilaku anak didik jelas dan terarah tanpa ada penyimpangan yang berarti.

F. Upaya Meningkatkan Motivasi Belajar
Menurut De Decce dan Grawford (1974), ada empat fungsi guru sebagai pengajar yang berhubungan dengan cara pemeliharaan dan peningkatan motivasi belajar anak didik, yaitu guru harus dapat menggairahkan anak didik, memberikan harapan yang realistis, memberikan insentif dan menggairahkan perilaku anak didik ke arah yang menunjang tercapainya tujuan pengajaran.

1. Menggairahkan Anak Didik
Dalam kegiatan rutin di kelas sehari-hari guru harus berusaha menghindari hal-hal yang monoton dan membosankan. Ia harus selalu memberikan kepada anak didik cukup banyak hal-hal yang perlu dipikirkan dan dilakukan. Guru harus memelihara minat anak didik dalam belajar yaitu dengan memberikan kebebasan tertentu untuk berpindah dari satu aspek ke lain aspek pelajaran dalam situasi belajar.

2. Memberikan Harapan Realistis
Guru harus memelihara harapan-harapan anak didik yang realistis dan memodifikasi harapan-harapan yang kurang atau tidak realistis. Untuk itu guru perlu memiliki pengetahuan yang cukup mengenai keberhasilan atau kegagalan akademis setiap anak didik di masa lalu. Dengan demikian, guru dapat membedakan antara harapan-harapan yang realistis, pesimistis atau terlalu optimis. Bila anak didik telah banyak mengalami kegagalan, maka guru harus memberikan sebanyak mungkin keberhasilan kepada anak didik. Harapan yang diberikan tentu saja terjangkau dan dengan pertimbangan yang matang. Harapan yang tidak realistis adlah kebohongan dan itu yang tak disenangi oleh anak didik. Jadi, jangan coba-coba menjual harapan munafik bila tidak ingin dirugikan oleh anak didik.

3. Memberikan insentif
Bila anak didik mengalami keberhasilan, guru diharapkan memberikan hadian kepada anak didik (dapat berupa pujian, angka yang baik, dan sebagainya) atas keberhasilannya, sehingga anak didik terdorong untuk melakukan usaha lebih lanjut guna mencapai tujuan-tujuan pengajaran.

4. Mengarahkan perilaku anak didik
Mengarahkan perilaku anak didik adalah tugas guru. Di sini kepada guru dituntut untuk memberikan respons terhadap anak didik yang tak terlibat secara langsung dalam kegiatan belajar di kelas. Anak didik yang diam, yang membuat keributan, yang berbicara semaunya, dan sebagainya harus diberikan teguran secara arif dan bijaksana. Cara mengarahkan perilaku anak didik adalah dengan memberikan penugasan, bergerak mendekati, memberikan hukuman yang mendidik, menegur dengan sikap lemah lembut dan dengan perkataan yang ramah dan baik

BAB III
PENUTUP

I. KESIMPULAN
Sebagai akhir dari penyusunan makalah ini, dan berdasarkan uraian serta pembahasan pada bab sebelumnya, maka penulis dapat menarik kesimpulan sebagai berikut :
1. Pentingnya motivasi sebagai dasar penggerak dan pendorong peningkatan belajar.
2. Guru harus dapat menggairahkan belajar anak didik, memberikan harapan yang realistis, memberikan insentif dan menggairahkan perilaku anak didik ke arah yang menunjang tercapainya tujuan pengajaran.
3. Pentingnya seorang guru untuk mengetahui beberapa bentuk motivasi yang dapat dimanfaatkan dalam rangka mengarahkan belajar anak didik di kelas.

DAFTAR PUSTAKA

Dimyadji. 2006. Belajar dan Pembelajaran, Jakarta: PT. Rineka Cipta.
Djamarah, Saiful Bahri. 2008. Psikologi Belajar Edisi 2, Jakarta: PT. Rineka Cipta.
http://akhmadsudrajat.wordpress.com/2008/02/06/teori-teori-motivasi/
http://akhmadsudrajat.wordpress.com/category/psikologi-pendidikan/
Imron, Ali. 1996. Belajar dan Pembelajaran, Jakarta: Dunia Pustaka Jaya.
Sadiman. 2006. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar, Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.
Sardiman. 2006. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar, Jakarta: PT. Rajawali.

2 komentar:

Ambran mengatakan...

asalamualaikum
Saya mahasiswa BK Dari Unsri Palembang
Yang sedang menyusun Skripsi
Berjudul Pengaruh layanan Bimbingan Kelompok terhadap motivasi belajar siswa!
Saya juga menggunakan Aspek2 Motivasi belajar Yang di buat Oleh Prof. Abin Syamsuddin Makmun
! Tapi kendala saya yaitu tidak banyak teori mengenai Indikator-indikator yang di sebutkannya !
Muh. Rifqi Fauzi: Apakah di skripsi anda terdapat pembahasan lebih detil mengenai indikator2 motivasi belajar itu ? tlg di balas ya!!!
bisa menghubungi saya di blog http://www.amranwadokai.blogspot.com/

Muh. Rifqi Fauzi mengatakan...

waalaikum salam ya saudaraQ... mohon maaf saya baru buka blog saya.... sudah lama saya tidak posting disini...... jadi saya baru tahu jika ada peasan dari anda.

Poskan Komentar

CINTA
“Cinta” adalah ketika kau menitikkan air mata,
Disaat kau masih peduli terhadapnya.
”Cinta” adalah ketika dia tidak mempedulikanmu,
Tetapi kau masih menunggunya dengan setia
”Cinta” adalah ketika dia mulai mencintai orang lain dan
Kau masih bisa tersenyum sambil berkata , " Aku turut berbahagia untukmu "
Apabila cintamu tidak berhasil, bebaskanlah dirimu
Biarkanlah hatimu kembali melebarkan sayapnya dan terbang ke alam bebas lagi
Ingatlah….!!!
kau mungkin menemukan cinta dan kehilangannya...
Tetapi saat cinta itu dimatikan, kamu tidak perlu mati bersamanya..
Orang yang terkuat bukanlah orang yang selalu menang dalam segala hal
Tetapi mereka yang tetap tegar ketika mereka jatuh
Entah bagaimana, dalam perjalanan kehidupanmu,
Kau akan belajar tentang dirimu sendiri dan suatu saat kau akan menyadari
Bahwa penyesalan tidak seharusnya ada di dalam hidupmu
Hanyalah penghargaan abadi atas pilihan pilihan kehidupan yang telah kau buat
Yang seharusnya ada di dalam hidupmu
Didalam urusan cinta, kita sangat jarang menang,
Tetapi ketika cinta itu tulus...
meskipun mungkin kelihatannya kau kalah,
Tetapi sebenarnya kau menang karena kau dapat berbahagia
sewaktu kau dapat mencintai seseorang
Lebih dari kau mencintai diri kau sendiri...
Akan tiba saatnya dimana kau harus berhenti mencintai seseorang
Bukan karena orang itu berhenti mencintai kita
Atau karena ia tidak mempedulikan kita
Melainkan saat kita menyadari bahwa orang itu
Akan lebih berbahagia apabila kita melepasnya
Tetapi apabila kamu benar benar mencintai seseorang,
Jangan dengan mudah kita melepaskannya
Berjuanglah demi cintamu... Fight for your dream
”””Itulah cinta yang sejati..””